Qodarullah, mereka belum diberikan jalan

Ta'aruf?
Ya Allah… sungguh, memang, semua yang ada di dunia ini sudah ditetapkan oleh-Mu, tidak seorang pun tahu bagaimana hasil usaha yang telah dia lakukan. Karena kita sebagai manusia hanya bisa berusaha, selebihnya ikhtiar semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita. Dan jika memang Allah berkehendak, akan dibukakan jalan untuk kita. Tapi jika memang Allah belum berkehendak, niscaya jalan menuju apa yang kita harapkan akan tetap tertutup. Semoga Allah memberikan ketetapan yang baik untuk kita semua.
Sungguh, kadang aku merasa heran. “Weleh… weleh… kok yo ngene to ceritane.” Jalan yang ditempuh oleh saudaraku ini sebenarnya tinggal selangkah. Ya.. sebenarnya kurang selangkah. Jika saja, dulu ada keberanian untuk maju selangkah dari apa yang direncanakan, tentu akan lain ceritanya. Qodarullah, dia belum diberikan jalan untuk bertemu dipersimpangan jalan.
Ini adalah cerita salah seorang teman yang sedang berproses. Berjuang mencari pasangan hidup yang siap diajak bareng-bareng membangun sebuah tatanan hidup bernama “Rumah Tangga”. Orang bilang ta’aruf1 kalau memang sudah pada tingkat “akan segera menikah”. Ya namanya saja mencari pasangan, tentu cari sana… cari sini… kalau sudah ada yang nyantol, diproses. Dilakukan proses ta’aruf. Tapi biasanya memang dipastikan dulu, yang sana sudah isi atau belum. Dalam arti pihak yang membuat “sang pencari pasangan hidup” kecantol iku sudah ada yang nembung belum. Kalau sudah, ya mundur teratur. Kalau belum, bolehlah dilanjut.
Kadang lucu juga mendengar cerita teman-teman soal hal yang satu ini. Ada kalanya mudah, ada kalanya susah. Ya hampir mirip ceritane si Azzam di KCB 2 iku
*baru selesai nonton tadi*. Dibalik semua itu aku senang melihat iklim islami ini, Alhamdulillah. Daripada teman-temanku harus menyandang muda-mudi yang suka “pacaran2“. Udah deh… kalau emang mau sama mau, suka sama suka.. NIKAH wae. Risih aku lihat pasangan sek ruk SAH mesra-mesraan! Parah meneh kalau pada akhirnya mereka akhirnya putus dan berganti dengan pasangan yang lain.
“Dadi selama iki, kalian pacaran ki ngge opo? Dolanan po piye? Ck ck ck ck, bener-bener heran. Mending jomblo wae wes… Silahkan bergabung ke IMMI3 (Ikatan Malam Minggu Ijen) yang dibentuk oleh salah seorang teman“
Lha kok malah curhat ki kepriwe. Tro tok tok tok tok…
Singkat cerita salah seorang teman ingin ta’aruf dengan seorang akhwat satu kantornya. Diapun memulai prosesnya. Sayang, sang akhwat sepertinya sedang dalam posisi “pasang pagar betis”, menutup lamaran-lamaran yang datang. Mungkin ada alasan tersendiri. Atau mungkin sudah ada calon “bapaknya anak-anak” yang sudah nyantol di hatinya. Sehingga ditutuplah buat calon-calon yang lain. Who knows? Beberapa alternatif untuk mencari kejelasan pun sempat dilakukan untuk memperjuangkan sebuah langkah menuju ta’aruf. Kendala pun ada, networking yang masih terbatas membuat proses sedikit lamban. Ya tentu ndak sembarang kan prosesnya. Harus lewat jalur yang safe, gak boleh sembarangan. Harus dicari orang yang memang amanah dalam hal seperti ini. Ya itu… qodarullah belum diberikan jalan. Sampai akhirnya sang akhwat punya calon, temenku itu ndak dapat jalan masuk. Alias sudah telat.
Yagh begitulah suka dukanya. Sekalinya sudah cocok dengan satu calon, eh ternyata ada saja sebab musabab yang membuat proses akhirnya tidak bisa berlanjut. Bersyukurlah orang-orang yang sekali langsung jadi. Berarti Allah memudahkan jalan antum semua untuk segera menunaikan sunnah Rasul.
Dan ternyata apa? Selangkah yang aku maksud sebelumnya adalah.. jika saja temanku itu kenal dengan “temannya” si akhwat itu, tentu akan ada kemungkinan untuk bertemu di persimpangan jalan berwujud proses lebih lanjut. Ha ha ha… “Gayung bersambut, tapi telat, yo ra guno to yo…” Itulah perkataan yang bisa mengungkapkan kasus ini. Allah berkehendak lain untuk saudaraku yang satu ini.
Apapun itu, semua memang sudah ditetapkan oleh Allah. Kita semua hanya bisa berusaha. Berdo’a dan juga berikhtiar agar diberikan ketetapan yang baik. Jika memang jodoh, Insya Allah akan dipertemukan. Tapi jika belum jodoh, ya selayaknya kita bersabar. Mungkin Allah masih memberikan kelonggaran untuk kita agar bisa lebih mempersiapkan diri, lebih mantap lagi sebelum diberikan pasangan hidup. Pasangan yang Insya Allah dapat mengantarkan kita menuju Keluarga Sakinah Mawadah wa Rahmah.
Untuk saudaraku yang saat ini sudah punya calon bersyukurlah semoga Allah memberikan kemudahan menuju Akad Nikah. Jagalah adab-adabnya, karena kata SAH belum melekat dalam hubungan kalian. Bagi yang belum, bersabarlah. Persiapkan lagi, perbekalan apa yang sekiranya masih kurang. Belajar lagi sembari menunggu datangnya sang pujaan hati. Jangan lupa untuk tetap berusaha, berdo’a dan berikhtiar agar bisa disegerakan. Semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita semua yang ingin menjalankan sunnah Rasul yang satu ini. Amin.
~ Kuro,
sebagai tulisan penutup sesi internet malam.
—————-
1 Sekilas Ta’aruf di Wikipedia
2 Pilih: Ta’aruf atau Pacaran …
3 Grup IMMI di Facebook
Popularity: 11% [?]




This post has 8 comments
January 20th, 2010
alhamdulillah aku ga disebut di IMMI
January 21st, 2010
semoga bisa…
amiin….
^_^
January 21st, 2010
amiiiin…gek ndang kur,tak tunggu ulemnya
January 22nd, 2010
saya ingin cepet menikah juga dan mendapatkan istri yang sholihah..
hehehe
January 23rd, 2010
#mursid : lha kowe nduwe pos soal IMMI ra, kene tak tag’e
#ct : Insya Allah
#reni : masih menunggu ren, do’akan ben lancar
#wibi : Amin mas, semoga Allah mengabulkan do’amu dan do’a pemuda-pemudi yang sudah berniat ingin segera menikah.
January 24th, 2010
mampir nih, salam kenal ya (_ _)
February 18th, 2010
ealah, aku disebut ik….ra po po lah….hehehe….emang nasib koq…
~MHC~ punya tulisan baru berjudul : Manis Pahit Pelayan Registrasi UNS
February 28th, 2010
hemmm …
dinda agus triyana punya tulisan baru berjudul : Metamorfosa CeLoTeh – Deklarasi “Si Kucing”