<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kuro! 3x &#187; nikah</title>
	<atom:link href="http://camagenta.web.id/tag/nikah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://camagenta.web.id</link>
	<description>Be Good by Doing Good</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 May 2010 01:31:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ikhwan Narsis (Re-post)</title>
		<link>http://camagenta.web.id/ikhwan-narsis-re-post.log</link>
		<comments>http://camagenta.web.id/ikhwan-narsis-re-post.log#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 01:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kuro!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://camagenta.web.id/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, hari ini masih ada kesempatan untuk berbagi hikmah dari jagat maya. Pagi ini seperti biasa, aku menyortir pesan feed yang ada di facebook dengan cepat. Mengabaikan status-status semi curhat yang menjamur dan melirik beberapa status penuh motivasi maupun nasihat. Salah satu yang menarik perhatian pagi ini adalah notes seorang kawan yang merupakan re-post dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, hari ini masih ada kesempatan untuk berbagi hikmah dari jagat maya. Pagi ini seperti biasa, aku menyortir pesan feed yang ada di facebook dengan cepat. Mengabaikan status-status semi curhat yang menjamur dan melirik beberapa status penuh motivasi maupun nasihat. Salah satu yang menarik perhatian pagi ini adalah <a href="http://www.facebook.com/notes/-shofiyah-sofi-bintu-baderi-/ikhwan-narsis-repost/388158768869">notes seorang kawan</a> yang merupakan <em>re-post</em> dari sebuah notes karya <strong>Ma’had Daarussunnah Al-Islamy Wangon</strong>.</p>
<p>Notes ini cocok buat sahabat-sahabatku yang masih belum diberikan kesempatan untuk menyempurnakan agamanya. Baik yang saat ini berstatus baru punya niat, tahap merencanakan sampai yang sudah proses menuju sebuah sunnah, yaitu <a href="http://camagenta.web.id/podcast-nikah.log">MENIKAH</a>. Pun yang sudah menikah cocok juga membaca artikel ini, agar semakin mantap dengan pilihannya  <img src='http://camagenta.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/(worship).gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat membaca&#8230;<span id="more-411"></span></p>
<p>Ada sebuah kisah yang diceritakan kepada penulis melalui sebuah pesan singkat, “Banyak teman-teman akhwat ana yang mengeluhkan ikhwan yang hanya melihat dari segi fisik daripada din, padahal mereka udah paham din, walau memang dibolehkan dalam syari’at (tentang) hal tersebut namun, tidakkah akhlak (dan) agama menjadi sebuah pertimbangan? Teman-teman ana kini banyak yang meminta dicarikan (calon pendamping hidup) ikhwan, usia mereka banyak di atas 25 tahun, haruskah mereka mendapatkan suami yang pemahaman agamanya minim? Kadang ana sangat “miris” melihat ikhwan yang “aneh” dalam mencari calon istri yang sudah mengenal manhaj salaf, teman anapun yang ikhwan yang sudah faham agama dan ingin ana ta’arufkan dengan teman akhwat ana, perkataan yang pertama kali ia (ikhwan) tanyakan kepada ana…”Akhwatnya cantik tidak??”</p>
<p>Ada juga ikhwan yang pernah menyampaikan suatu hal kepada penulis untuk dicarikan seorang calon istri,”Akhi tolong dong ana dicarikan akhwat yang sudah bermanhaj salaf, kalau bisa yang putih, tingginya sekian dan yang bertubuh ramping..! Penulis jawab, ”Mas, ente mau cari calon istri seperti pesan makanan di restoran aja! Lha ente sendiri apa sudah punya kriteria sepadan seperti yang ente daftarkan tadi?” Ikhwan tersebut lalu tersipu dan tersenyum malu.</p>
<p>Tabiat “<em>perfect syndrome</em>” (keinginan untuk mendapatkan seseuatu hal yang sempurna), memang masih menjadi bagian dari tabiat dasar kehidupan manusia, ambil contoh ketika seorang ikhwan mau membeli motor baru, ketika sudah sampai di dealer motor dan ditawarkan untuk memilih salah satu dari jejeran puluhan motor baru dengan jenis yang sama, ikhwan tadi masih kebingungan untuk memilih motor yang terbaik dari puluhan motor tersebut, sampai dibela-belain nungging kesana kemari untuk mengecek ada bagian yang cacat atau tidak, walaupun hal demikian sah-sah saja tetap saja membuat penulis geleng-geleng kepala, ”Wan! (kebiasaan penulis memanggil semua ikhwan dengan memotong bagian belakang kata ikh-wan, dengan sebutan “wan” saja), ente kan tahu ini motor baru semua, kok sampai jungkir balik begitu milihnya?” jawab ikhwan tadi, ”Afwan akhi, mau cari yang terbaik di antara yang baik..!” Penulis berfikir dalam hati, “Lha namanya motor bagian terpenting kan mesinnya, lha wong semua motor baru, kan pasti masih ces-pleng semua.” Penulis hanya senyum-senyum saja menanggapi alasan ikhwan muda ini…</p>
<p>Apalagi di dalam memilih calon pendamping hidup yang akan mendampingi hari-harinya selama sisa masa hidupnya, seorang ikhwan kadang mencapai derajat “<em>hyper perfect syndrome</em>”, dengan minta dicarikan seorang akhwat dengan syarat-syarat yang bisa masuk kategori “mission impossible” bagi penulis untuk mencarikannya, memangnya mudah “nemu” akhwat dengan kriteria yang sempurna bak bidadari! Padahal derajat seorang muslimah yang shalihah lebih tinggi dari pada seorang bidadari di surga kelak. Mulai dari pertanyaan putih apa tidak? Tingginya berapa? Berat badannya berapa? Sudah bekerja atau tidak? Jerawatan atau tidak, kira-kira mirip artis siapa? ….STOP! ente cari sendiri saja wan! Penulis tidak mau terlibat sama yang beginian! Tidak mungkin penulis mau jadi detektif fisik seorang akhwat, petugas sensus saja tidak sebegitunya!</p>
<p>Fenomena “narsis” di kalangan ikhwan, bisa dibilang kalau tidak memalukan lalu mau dibilang apalagi? Kadang hanya perkara nama yang terdengar “kampungan” saja bisa membuat seorang ikhwan mundur dari bursa perjodohan dadakan ini. Padahal mereka memahami hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim :</p>
<p><strong>“Wanita dinikahi karena empat perkara : Karena hartanya, kecantikannya, kedudukannya, dan agamanya. Pilihlah yang taat agamanya (kalau tidak) niscaya engkau akan merugi.” [“Taribat Yadaka, artinya tanganmu akan terpacak ke tanah, ini merupakan kinayah (arti kiasan) dari kefakiran]</strong></p>
<p>Seharusnya seseorang ikhwan yang mempunyai kehormatan dan akal bijak akan menjadikan seorang akhwat yang taat beragama sebagai “target utama” dan pengharapannya, karena keelokan akhlak akan lebih permanen dibandingkan kecantikan fisik, karena kecantikan hanyalah setebal kulit, jika kulit ini tidak ada hanya gumpalan daging dan tulang apa ikhwan masih mau menerimanya?</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendorong para calon suami agar memilih wanita yang shalihah, dan beliau menjelaskan bahwa wanita yang shalihah adalah sebaik-baik kesenangan dunia, Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amru bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Dunia adalah kenikmatan dan sebaik-baik kenikmatan duani adalah istri yang shalihah.”</p>
<p>Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata dalam kitab beliau Syarah Al-Mumti’, bahwa wanita yang taat beragama akan membantunya dalam mentaati Allah Subhanahu wa Ta’ala danakan mengurus dengan baik tugas-tugasnya dalam mendidik anak-anaknya serta akan menjaga dirinya ketika ia tidak ada. Lain halnya dengan wanita yang tidak taat beragama, wanita itu akan menyusahkan di kemudian hari.</p>
<p>Ya ikhwan, seorang istri yang cantik, walaupun juga berhiaskan kosmetik yang mahal, kalau setiap hari menyerupai bemo (cemberut terus) tidak akan nyaman juga dilihat, kecantikan tidak bisa dinilai dari fisik, karena mereka (para akhwat yang taat beragama dan memelihara kehormatannya) lebih baik dari pada wanita-wanita yang mengumbar auratnya walaupun kecantikan mereka menarik hatimu.</p>
<p>Ada seorang ikhwan yang beralasan dengan,”Bahwa akhwat yang cantik akan lebih menambah kecintaan dan ketentraman rumah tangga.” Apakah engkau akan mengaku bahwa engkau adalah seseorang yang ber ‘ittiba kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mentaati sunnah-sunnah beliau, padahal perkataan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,” Pilihlah yang taat agamanya (kalau tidak) niscaya engkau akan merugi.” Telah engkau lempar ke dinding, sehingga kecantikan wajah menjadi prioritas nomor satu dibanding ketaatan beragama seorang akhwat?</p>
<p>Sehingga banyak akhwat yang telah memiliki usia yang lebih dari cukup untuk menikah, hanya karena penampilan fisik yang kurang berkenan di hati seorang ikhwan (yang kadang standarnya ketinggian), harus rela melajang untuk waktu yang lama, sehingga kerusakan di dalam agama Islam semakin terbuka lebar, dan syaithan semakin mempunyai peluang mengajak manusia mengikuti langkah-langkahnya, mau tahu alasannya?</p>
<p><strong>PERTAMA </strong>Jika seorang ikhwan lebih memprioritaskan kecantikan, maka dia akan cenderung memilih akhwat yang kurang ketaatannya dalam agama karena kecantikan akhwat tadi mempesonakan matanya dengan alasan dia akan mampu mendidiknya, dalam fase ini muncul kesombongan dalam hati si ikhwan. Padahal sesuai sunnah yang menjadi prioritas adalah ketaatan agama.</p>
<p><strong>KEDUA </strong>Karena seorang ikhwan lebih memprioritaskan kecantikan akhirnya dia akan lebih lama mendapatkan istri, sehingga akan membuka peluang lebih besar bagi syaithan untuk merusak kehormatannya karena lamanya membujang, dan juga kehormatan seorang akhwat yang taat beragama terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang minim pemahaman agamanya karena tidak ada ikhwan yang mau menikah dengannya. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapat pertolongan Allah: (1) mujahid fi sabilillah (orang yang berjihad di jalan Allah), (2) budak yang menebus dirinya supaya merdeka, dan (3) orang yang menikah karena ingin memelihara kehor-matannya.” [Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (II/251, 437), an-Nasa'i (VI/61), at-Tirmidzi (no. 1655), Ibnu Majah (no. 2518), Ibnul Jarud (no. 979), Ibnu Hibban (no. 4030, at-Ta’liiqatul Hisaan no. 4029) dan al-Hakim (II/160, 161), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.”]</p>
<p><strong>KETIGA </strong>akan menyebabkan berkurangnya generasi islam yang shalih dan shalihah, karena : 1) seorang akhwat yang dinikahi laki-laki yang minim pemahaman agamanya atau ahli bid’ah akan kalah dominan pengaruhnya dalam pendidikan anak-anaknya, dalam memilih sekolah, dan kegiatan kebid’ahan yang lain. 2) karena banyak akhwat yang terlambat menikah maka peluang untuk memperbanyak keturunan yang shalih dan shalihah akan berkurang padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh ummat….” [Hadits shahih lighairihi: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1846) dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 2383)]</p>
<p><strong>KEEMPAT </strong>kebiasaan “narsis” seorang ikhwan akan membuatnya panjang angan-angan dan dan suka berkhayal untuk mendapatkan seorang calon istri yang sempurna fisiknya, ikhwan yang lebih memprioritaskan kecantikan dalam pernikahannya adalah ikhwan yang mengutamakan hawa nafsu dari pada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “”Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong). Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” (Al-Hijr:3)</p>
<p>Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat garis-garis lalu bersabda, “Ini adalah manusia, ini angan-angannya dan ini adalah ajalnya. Maka tatkala manusia berjalan menuju angan-angannya tiba-tiba sampailah dia ke garis yang lebih dekat dengannya (daripada angan-angannya -red).” Yakni ajalnya yang melingkupinya. [HR. Al-Bukhari (6418)]</p>
<p>Oleh karena itu wahai saudaraku para ikhwan, mereka wanita-wanita yang shalihah adalah pendamping yang terbaik bagimu, mereka adalah permata-permata yang tersembunyi yang jauh dari pandangan manusia, betapa banyak pernikahan yang menghasilkan kekecewaan saat kecantikan menjadi prioritas utama, cobalah engkau wahai saudaraku untuk menyimak kisah di bawah ini :</p>
<p>Dahulu Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhu memiliki seorang budak wanita berkulit hitam. Hingga suatu saat ketika marah ia menamparnya kemudian ia menyesal dan mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menceritakan hal itu kepada beliau. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Bagaimana ia wahai Abdullah?” Ia menjawab, “Wanita itu berpuasa, shalat, berwudhu dengan baik dan mengucapkan dua kalimat syahadat.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ia adalah wanita mukminah.” Abdullah berkata, “Aku akan memerdekakannya dan akan menikahinya.” Lalu ia pun melakukannya. Kemudian ada sebagian orang dari kaum muslimin yang mencemoohnya, mereka mengatakan, “Ia telah menikahi seorang budak.” Dahulu mereka menikahi wanita-wanita musyrikin karena ingin mendapatkan kehormatan dari kedudukan mereka. Lalu turunlah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :</p>
<p>“Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik bagimu.” (QS Al-Baqarah : 221)</p>
<p>Ada yang mengatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Khansaa’ budak wanita hitam milik Hudzaifah al-Yaman radhiyallahu ‘anhu. Hudzaifah berkata kepadanya, “Hai Khansaa’ engkau telah disebut-sebut di kalangan malaikat yang tinggi, meskipun parasmu jelek dan kulitmu hitam, Allah telah menyebutmu dalam Kitab-Nya.” Lalu Hudzaifah memerdekakannya dan menikahinya.” [Al-Jami’ li Ahkaamil Qur’an, Al-Qurthubi (IV/7), Ibnu Katsir (I/307), dan Fathul Qadir (I/225)]</p>
<p>Wahai saudaraku ikhwani fillah, pilihlah wanita yang taat beragama walaupun wajahnya jauh dari harapanmu, karena ia akan menyenangkan pandanganmu kelak ketika engkau mengenali kecantikan akhlaknya, bukan seorang wanita yang memiliki kecantikan namun akan menyakiti pandanganmu ketika engkau mengenal akhlaknya, Istri shalihah adalah jannah kebahagiaan yang dapat melepaskan kesedihan yang engkau rasakan, embun yang senantiasa menyejukkan setiap ruangan dalam rumahmu, sesungguhnya wanita yang shalihah, bertaqwa, beriman dan wara’ akan menjadi seorang teman dan pendamping yang tidak akan terpisah dari setiap desah nafasmu… di dunia dan di akhirat.</p>
<p>Jazakumullahu khairan kepada penyumbang materi dan masukan tentang realitas dan fenomena “ikhwan narsis” ini, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati antum semua.</p>
<p>Wallahu a’lam bishowab</p>
<p>( Taken from: note Ma’had Daarussunnah Al-Islamy Wangon )</p>
<p>taken from: http://www.facebook.com/note.php?note_id=409422142200&amp;id=100000669270378&amp;ref=mf</p>
<img src="http://camagenta.web.id/?ak_action=api_record_view&id=411&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://camagenta.web.id/ikhwan-narsis-re-post.log/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Podcast Nikah</title>
		<link>http://camagenta.web.id/podcast-nikah.log</link>
		<comments>http://camagenta.web.id/podcast-nikah.log#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 23:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kuro!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Podcast]]></category>
		<category><![CDATA[Projek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://camagenta.web.id/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Hmmm, lama-lama kok ya banyak juga podcast kajian yang udah saya donlot. Sampai bingung mana yang udah selesai tak dengarkan dan mana yang belum (LOL).
Bermula dari fakta tsb, muncullah ide buat membuat list podcast (rekaman) soal nikah dari berbagai sumber. Kebanyakan memang dari web kajian.net tempat saya biasa mendownload berbagai podcast soal agama Islam. Seolah-oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Hmmm, lama-lama kok ya banyak juga podcast kajian yang udah saya donlot. Sampai bingung mana yang udah selesai tak dengarkan dan mana yang belum (LOL).</p></blockquote>
<p>Bermula dari fakta tsb, muncullah ide buat membuat list podcast (rekaman) soal nikah dari berbagai sumber. Kebanyakan memang dari web kajian.net tempat saya biasa mendownload berbagai podcast soal agama Islam. Seolah-oleh saya sedang belajar dengan sistem Universitas Terbuka di sana. Bagaimana tidak, semua materi sudah tersedia di sana. Pembelajaran dilakukan secara mandiri, tidak ada tatap muka seperti kuliahan pada umumnya. Secara rutin materi-materi baru akan muncul di sana. Dan pembelajaran pun tak kan pernah berhenti. Satu yang disayangkan, ndak ada ujian di sana :) <del datetime="2010-01-28T10:58:33+00:00"><em>Lha kok malah curhat</em></del>.</p>
<p>Semoga dengan terlistnya rekaman-rekaman kajian ini bisa membuat rapi podcast-podcast yang saya download. Selain itu juga memudahkan rekan-rekan yang punya keperluan yang sama untuk mengunduh rujukan ilmu soal nikah. Insya Allah.</p>
<p><strong>Pra Nikah</strong></p>
<ol>
<li><a title="Saudaraku yang dirahmati Allah, saat ini sering kali kita mendengar istilah ta’aruf, yang identik dengan proses menuju pernikahan. Tapi apakah sebenarnya ta’aruf itu? Ta’aruf, secara makna berarti perkenalan, namun secara istilah adalah upaya pengenalan seorang muslim dengan calon pasangannya untuk menjajaki adanya keserasian diantara mereka agar bisa menjalani hubungan sebagai suami istri. Sumber : RadioMuslim.com" href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Umar%20Basyier/Ta'aruf%20Dulu%20Baru%20Nikah">Ta&#8217;aruf Dulu Baru Nikah</a> oleh Ust. Abu Umar Basyier</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ahmad%20Sabiq/Nikah%20A-Z">Nikah A-Z</a> oleh Ust. Ahmad Sabiq</li>
<li><a title="Rekaman Bedah Buku PANDUAN LENGKAP NIKAH (Pembahasan Tuntas Mengenai hukum-hukum Seputar Pernikahan Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah) yang disampaikan oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Zubair Al Hawariy, Lc. hafizhahullahu ta’ala di Masjid Raya Karanganyar. Sumber : salafiyunpad.wordpress.com" href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Zubeir%20al-Hawaary/Panduan%20Lengkap%20Nikah">Panduan Lengkap Nikah</a> oleh Ust. Abu Zubeir al-Hawaary</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Armen%20Halim%20Naro/Adab%20Walimah%20dalam%20Islam/">Adab Walimah dalam Islam</a> oleh Ust. Armen Halim Naro</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Zubeir%20al-Hawaary/Di%20Ambang%20Pintu%20Pernikahan">Di Ambang Pintu Pernikahan</a> oleh Ust. Abu Zubeir al-Hawaary</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Haidar/Nikah%20dan%20Memakmurkan%20Alam">Nikah dan Memakmurkan Alam</a> oleh Ust. Abu Haidar</li>
<li><a href="http://manhaj.or.id/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Thoharo/Menyelam%20ke%20Samudera%20Pernikahan">Menyelam ke Samudera Pernikahan</a> oleh Ust. Muhammad Thoharo</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Armen%20Halim%20Naro/Hak%20%2526%20Kewajiban%20Suami%20Istri">Hak &amp; Kewajiban Suami Istri</a> oleh Ust. Armen Halim Naro</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Yazid%20Jawas/Bingkisan%20Istimewa%20menuju%20Keluarga%20Sakinah">Bingkisan Istimewa menuju Keluarga Sakinah</a> oleh Ust. Yazid Jawas</li>
<li><a href="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Badrusalam/Bekal%20Menuju%20Pernikahan">Bekal Menuju Pernikahan</a> oleh Ust. Badrussalam</li>
<li><a href="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Mahful%20Safaruddin/Indahnya%20Menjadi%20Pengantin">Indahnya Menjadi Pengantin</a> oleh Ust. Mahful Safaruddin</li>
<li><a href="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Mahful%20Safaruddin/Kiat%20Sukses%20Mempersiapkan%20Keluarga%20Bahagia">Kiat Sukses Mempersiapkan Keluarga Bahagia</a> oleh Ust. Mahful Safaruddin</li>
</ol>
<p><strong>Pasca Nikah</strong></p>
<ol>
<li><a title="Adaabuz Zifaaf" href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Haidar/Adab%20Malam%20Pertama%20Dalam%20Sunnah%20Yang%20Suci">Adab Malam Pertama Dalam Sunnah</a> oleh Ust. Abu Haidar</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Na'im/Membina%20Keluarga%20Sakinah">Kiat-Kiat Membina Keluarga Sakinah</a> oleh Ust. Muhammad Na’im, Lc.</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Armen%20Halim%20Naro/Solusi%20Permasalahan%20Rumah%20Tangga">Solusi Permasalahan Rumah Tangga</a> oleh Ust. Armen Halim Naro, Rahimahullah</li>
<li>
<div id="_mcePaste"><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Shaleh%20Hadrami/Pendidikan%20Anak%20Dalam%20Islam">Pendidikan Anak Dalam Islam</a> oleh Ust. Abdullah Saleh Hadrami</div>
</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Armen%20Halim%20Naro/Bagaimana%20Mendidik%20Anak">Bagaimana Mendidik Anak</a> oleh Ust. Armen Halim Naro, Rahimahullah</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Zainal%20Abidin%20Syamsudin/Hak%20%2526%20Kewajiban%20Orang%20Tua%20dan%20Anak">Hak &amp; Kewajiban Orang Tua dan Anak</a> oleh Ust. Zainal Abidin Syamsudin</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Yazid%20Jawas/Jagalah%20Dirimu%20dan%20Keluargamu%20dari%20Api%20Neraka">Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka</a> oleh Ust. Yazid Jawas</li>
</ol>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<ol>
<li><a href="http://www.kajian.net/bagian/1-kajian/7-problematika-keluarga.html">Problematika Keluarga</a>, <a href="http://www.kajian.net">Kajian.net<br />
</a></li>
</ol>
<p><strong>Catatan<br />
<span style="font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, 'Bitstream Vera Sans', sans-serif; font-weight: normal; white-space: pre-wrap;">Beberapa mp3 dari situs lain yang sudah ada di kajian.net saya arahkan downloadnya ke kajian.net untuk kemudahan. Post ini akan terus diupdate jika ditemukan materi lain yang terkait.</span></strong></p>
<p>Last update : 16-04-2010 by <a href="http://camagenta.web.id">Kuro!</a></p>
<img src="http://camagenta.web.id/?ak_action=api_record_view&id=288&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://camagenta.web.id/podcast-nikah.log/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Qodarullah, mereka belum diberikan jalan</title>
		<link>http://camagenta.web.id/qodarullah-mereka-belum-diberikan-jalan.log</link>
		<comments>http://camagenta.web.id/qodarullah-mereka-belum-diberikan-jalan.log#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 18:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kuro!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Ta'aruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://camagenta.web.id/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Ya Allah&#8230; sungguh, memang, semua yang ada di dunia ini sudah ditetapkan oleh-Mu, tidak seorang pun tahu bagaimana hasil usaha yang telah dia lakukan. Karena kita sebagai manusia hanya bisa berusaha, selebihnya ikhtiar semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita. Dan jika memang Allah berkehendak, akan dibukakan jalan untuk kita. Tapi jika memang Allah belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 154px"><img title="Ta'aruf" src="http://lh4.ggpht.com/_BPIgpAXDKxo/S1X6fsq4FKI/AAAAAAAACEM/TiBG8CjRBdI/s144/love.jpg" alt="Tahukan?" width="144" height="96" /><p class="wp-caption-text">Ta&#39;aruf?</p></div>
<p>Ya Allah&#8230; sungguh, memang, semua yang ada di dunia ini sudah ditetapkan oleh-Mu, tidak seorang pun tahu bagaimana hasil usaha yang telah dia lakukan. Karena kita sebagai manusia hanya bisa berusaha, selebihnya ikhtiar semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita. Dan jika memang Allah berkehendak, akan dibukakan jalan untuk kita. Tapi jika memang Allah belum berkehendak, niscaya jalan menuju apa yang kita harapkan akan tetap tertutup. Semoga Allah memberikan ketetapan yang baik untuk kita semua.</p>
<p>Sungguh, kadang aku merasa heran. &#8220;Weleh&#8230; weleh&#8230; kok yo ngene to ceritane.&#8221; Jalan yang ditempuh oleh saudaraku ini sebenarnya tinggal selangkah. Ya.. sebenarnya kurang selangkah. Jika saja, dulu ada keberanian untuk maju selangkah dari apa yang direncanakan, tentu akan lain ceritanya. Qodarullah, dia belum diberikan jalan untuk bertemu dipersimpangan jalan. <span id="more-249"></span></p>
<p>Ini adalah cerita salah seorang teman yang sedang berproses. Berjuang mencari pasangan hidup yang siap diajak bareng-bareng membangun sebuah tatanan hidup bernama &#8220;Rumah Tangga&#8221;. Orang bilang <em>ta&#8217;aruf</em><sup><a href="#1">1</a></sup> kalau memang sudah pada tingkat &#8220;akan segera menikah&#8221;. Ya namanya saja mencari pasangan, tentu cari sana&#8230; cari sini&#8230; kalau sudah ada yang nyantol, diproses. Dilakukan proses ta&#8217;aruf. Tapi biasanya memang dipastikan dulu, yang sana sudah isi atau belum. Dalam arti pihak yang membuat &#8220;sang pencari pasangan hidup&#8221; kecantol iku sudah ada yang nembung belum. Kalau sudah, ya mundur teratur. Kalau belum, bolehlah dilanjut.</p>
<p>Kadang lucu juga mendengar cerita teman-teman soal hal yang satu ini. Ada kalanya mudah, ada kalanya susah. Ya hampir mirip ceritane si Azzam di KCB 2 iku <img src='http://camagenta.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/(lol).gif' alt='(lol)' class='wp-smiley' /> *baru selesai nonton tadi*. Dibalik semua itu aku senang melihat iklim islami ini, Alhamdulillah. Daripada teman-temanku harus menyandang muda-mudi yang suka &#8220;pacaran<sup><a title="Pacaran : PAkai CARA Nikah" href="#2">2</a></sup>&#8220;. Udah deh&#8230; kalau emang mau sama mau, suka sama suka.. <strong>NIKAH</strong> wae. Risih aku lihat pasangan sek ruk SAH mesra-mesraan! Parah meneh kalau pada akhirnya mereka akhirnya putus dan berganti dengan pasangan yang lain. <img src='http://camagenta.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/(doh).gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>&#8220;Dadi selama iki, kalian pacaran ki ngge opo? Dolanan po piye? Ck ck ck ck, bener-bener heran. Mending jomblo wae wes&#8230; Silahkan bergabung ke IMMI<sup><a href="#3">3</a></sup> (<a href="http://www.plurk.com/p/162zmp">Ikatan Malam Minggu Ijen</a>) yang dibentuk oleh <a href="http://yudi.blog.uns.ac.id/2009/06/07/the-end-of-story-bener-ga-ya/">salah</a> <a href="http://mashendri.com/hacking-tools.html">seorang teman</a>&#8220;</p></blockquote>
<p>Lha kok malah curhat ki kepriwe. Tro tok tok tok tok&#8230;</p>
<p>Singkat cerita salah seorang teman ingin ta&#8217;aruf dengan seorang akhwat<span style="text-decoration: line-through;"> satu kantornya</span>. Diapun memulai prosesnya. Sayang, sang akhwat sepertinya sedang dalam posisi &#8220;pasang pagar betis&#8221;, menutup lamaran-lamaran yang datang. Mungkin ada alasan tersendiri. Atau mungkin sudah ada calon &#8220;bapaknya anak-anak&#8221; yang sudah nyantol di hatinya. Sehingga ditutuplah buat calon-calon yang lain. Who knows? Beberapa alternatif untuk mencari kejelasan pun sempat dilakukan untuk memperjuangkan sebuah langkah menuju ta&#8217;aruf. Kendala pun ada, networking yang masih terbatas membuat proses sedikit lamban. Ya tentu ndak sembarang kan prosesnya. Harus lewat jalur yang safe, gak boleh sembarangan. Harus dicari orang yang memang amanah dalam hal seperti ini. Ya itu&#8230; qodarullah belum diberikan jalan. Sampai akhirnya sang akhwat punya calon, temenku itu ndak dapat jalan masuk. Alias sudah telat.</p>
<p>Yagh begitulah suka dukanya. Sekalinya sudah cocok dengan satu calon, eh ternyata ada saja sebab musabab yang membuat proses akhirnya tidak bisa berlanjut. Bersyukurlah orang-orang yang sekali langsung jadi. Berarti Allah memudahkan jalan antum semua untuk segera menunaikan sunnah Rasul.</p>
<p>Dan ternyata apa? Selangkah yang aku maksud sebelumnya adalah.. jika saja temanku itu kenal dengan &#8220;temannya&#8221; si akhwat itu, tentu akan ada kemungkinan untuk bertemu di persimpangan jalan berwujud proses lebih lanjut. Ha ha ha&#8230; &#8220;Gayung bersambut, tapi telat, yo ra guno to yo&#8230;&#8221; Itulah perkataan yang bisa mengungkapkan kasus ini. Allah berkehendak lain untuk saudaraku yang satu ini.</p>
<p>Apapun itu, semua memang sudah ditetapkan oleh Allah. Kita semua hanya bisa berusaha. Berdo&#8217;a dan juga berikhtiar agar diberikan ketetapan yang baik. Jika memang jodoh, Insya Allah akan dipertemukan. Tapi jika belum jodoh, ya selayaknya kita bersabar. Mungkin Allah masih memberikan kelonggaran untuk kita agar bisa lebih mempersiapkan diri, lebih mantap lagi sebelum diberikan pasangan hidup. Pasangan yang Insya Allah dapat mengantarkan kita menuju Keluarga Sakinah Mawadah wa Rahmah.</p>
<p>Untuk saudaraku yang saat ini sudah punya calon bersyukurlah semoga Allah memberikan kemudahan menuju Akad Nikah. Jagalah adab-adabnya, karena kata <strong>SAH </strong>belum melekat dalam hubungan kalian. Bagi yang belum, bersabarlah. Persiapkan lagi, perbekalan apa yang sekiranya masih kurang. Belajar lagi sembari menunggu datangnya sang pujaan hati. Jangan lupa untuk tetap berusaha, berdo&#8217;a dan berikhtiar agar bisa disegerakan. Semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita semua yang ingin menjalankan sunnah Rasul yang satu ini. Amin.</p>
<p>~ <a href="http://camagenta.web.id">Kuro</a>,<br />
<em><span style="text-decoration: line-through;">sebagai tulisan penutup sesi internet malam.</span></em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<sup>1</sup><a name="1"></a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taaruf">Sekilas Ta&#8217;aruf di Wikipedia</a><br />
<sup>2</sup><a name="2"></a> <a href="http://dindaagustriyana.wordpress.com/2010/01/06/pilih-ta%e2%80%99aruf-atau-pacaran-%e2%80%a6/">Pilih: Ta’aruf atau Pacaran …</a><br />
<sup>3</sup><a name="3"></a> <a href="http://www.facebook.com/group.php?v=info&amp;gid=67987353209">Grup IMMI di Facebook</a></p>
<img src="http://camagenta.web.id/?ak_action=api_record_view&id=249&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://camagenta.web.id/qodarullah-mereka-belum-diberikan-jalan.log/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jeritan Anak Muda</title>
		<link>http://camagenta.web.id/jeritan-anak-muda.log</link>
		<comments>http://camagenta.web.id/jeritan-anak-muda.log#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 15:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kuro!</dc:creator>
				<category><![CDATA[It's Me]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kajian]]></category>
		<category><![CDATA[mahar]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://camagenta.web.id/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menutup sesi internet malam ini, kuro ingin sedikit share soal salah satu bahasan yang kuro baca di Grup Kajian Ilmiah Islami Jakarta. Secara rutin, grup ini menyampaikan beberapa materi yang menarik untuk disimak. Salah satunya ini, mengenai jeritan anak muda. Tulisan itu sampai di inbox kuro hari ini, langsung -mubaasyaroh, 2 bagian. Mungkin karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum menutup sesi internet malam ini, kuro ingin sedikit share soal salah satu bahasan yang kuro baca di <strong><a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=95328081674">Grup Kajian Ilmiah Islami Jakarta</a></strong>. Secara rutin, grup ini menyampaikan beberapa materi yang menarik untuk disimak. Salah satunya ini, mengenai jeritan anak muda. Tulisan itu sampai di inbox kuro hari ini, langsung -mubaasyaroh, 2 bagian. Mungkin karena terlalu panjang.</p>
<p>Tentu bahasan ini ndak asing bagi kita semua, yang muda _^. Topik yang pun sekarang atau nanti akan kita lalui, Insya Allah. Tak lain dan tak bukan adalah soal NIKAH. <em>Sopo to sek ra kepengen nikah</em>???? Dan sungguh, agama ini teleh menjelaskan dengan mendetail hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini. Sampai ada buku soal masalah ini dengan judul, Nikah A-Z. Berisi panduan bab Nikah dari A sampai Z, tuntas. Insya Allah. Buat yang mau ingin tahu ulasannya, bisa juga mendengar bedah bukunya oleh <a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ahmad%20Sabiq">Ust.Ahmad Sabiq</a>. Podcastnya bisa di unduh dari <a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ahmad%20Sabiq/Nikah%20A-Z">kajian.net</a>.</p>
<blockquote><p>Oh ya, sebelum berlanjut. Artikel lengkap mengenai &#8220;<a href="http://almakassari.com/artikel-islam/manhaj/jeritan-anak-muda.html">Jeritan Anak Muda</a>&#8220;, bisa ditengok di website <a href="http://almakassari.com">almakassari.com</a>.</p></blockquote>
<p>Fokus bahasan kali ini, sepertinya lebih ke arah mahar. Di mana ternyata, ada fenomena bahwa masalah mahar itu menjadi penghalang bagi saudara-saudara kita, terutama yang ikhwan untuk menyegerakan. Salah satu fenomena ini bisa kita jumpai di daerah Sulawesi. Mungkin kalo ada yang punya saudara di daerah sana, bisa sharing lebih lanjut mengenai masalah ini.</p>
<p>Mahar, atau lebih dikenal dengan istilah mas kawin adalah hak perempuan. Walaupun begitu, Rasullulah mengajarkan untuk mempermudah dalam hal ini. Coba simak hadist berikut :</p>
<p>&#8220;Diantara berkahnya seorang wanita, memudahkan urusan (nikah)nya, dan sedikit maharnya.&#8221; [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (24651), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (2739), Al-Baihaqiy dalam Al-Kubro (14135), Ibnu Hibban dalam Shohih-nya (4095), Al-Bazzar dalam Al-Musnad (3/158), Ath-Thobroniy dalam Ash-Shoghir (469). Di-hasan-kan Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami' (2231)]</p>
<p>Hal ini harus kita pahami untuk kemaslahatan bersama, tanpa menampikkan hak. Karena dengan mempermudah dalam hal tsb, mempermudah para pemuda untuk menyongsong sunnah Nabi.</p>
<p>&#8220;Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian yang telah mampu, maka menikahlah, karena demikian (nikah) itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka berpuasalah, karena puasa akan menjadi perisai baginya.&#8221; [HR. Al-Bukhoriy (4778), dan Muslim (1400), Abu Dawud (2046), An-Nasa'iy (2246)]</p>
<p>Huft&#8230; semoga diantara kita tidak terjadi halangan dalam masalah ini. Amin. Hanya saja, masalah ini perlu kita ketahui. Agar, jika nantinya kita menemui fenomena soal mahar kita tak kaget. Termasuk ane pribadi <img src='http://camagenta.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/(woot).gif' alt='(woot)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yagh, semoga kita semua terlepas dari kesan matrealistis dan mengedepankan urusan harta ketimbang masalah ketaqwaan, masalah agama. Amin 3x.</p>
<img src="http://camagenta.web.id/?ak_action=api_record_view&id=89&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://camagenta.web.id/jeritan-anak-muda.log/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
