Tak jauh dari 3 vonis
Nafasku masih terengah-engah ketika menghentakkan jemari ini. Jyah elah
Tapi beneran, nafasku emang terengah-engah. Tarikan nafasnya serasa berat, tak seperti biasanya. Kemungkinan karena tensiku masih rendah. Tak jauh dari angka 100. Fyuh… sebelumnya lebih parah, di bawah seratus. Padahal pas itu, aku pengen ikut program donor darah di kantor. Gara-gara gak lolos cek tensi, pupus sudah niatan roling darah
Siang ini sesuai rencana *dadakan*, aku menyempatkan diri ke poli kantor. Aku pengen sedikit banyak mengkonsultasikan beberapa keluhan kesehatan yang selama ini sedikit mengganggu pikiran. Diantaranya adalah dugaan `aku kekurangan vitamin C` yang sempet aku pradugakan. Setiap bangun tidur, rasanya mulut gak enak banget. Dan ketika meludah, ada darah, walau cuman sedkit. Hal itu sedikit menganggu, karena sedikit banyak menggangu hawa mulut yang dampaknya sistemik. Hayah!
. Keluhan kedua yang aku konsultasikan adalah masalah rasa panas di area dalam mulut yang aku prasangkakan sebagai `panas dalam`. Au tuh, soale emang panas beneran, jadi rasanya di pangkal lidah bagian dalam rasanya panas kalau pas idle gini. Sudah coba dicekoki pakai adem sari juga ndak mempam. Gatot sudah.
Dampak yang paling menggangu adalah rasa kurang sehat yang ada di mulut. Rasanya… mulut kayak `bak sampah` terbakar. Suer, gak pede abis kalo harus kumpul sama temen-temen.
Ya, let say… bau mulutku gak sedap. Even aku abis menyikat gigiku. Sikat gigi hanya memberikan kesegaran semu, yang setelah beberapa menit bakal kacau lagi hawa di mulut. Kadang rasa ini aku tekan dengan nge-Teh. yah… sedikit banyak emang ngefek.
Setelah sekitar 15an menitan ngantri, akhirnya tibalah jatahku masuk. Dokter syamsul yang menurut kabar, dokter terasyik untuk diajak konsultasi soal kesehatan sudah menungguku dengan pakaian yang tak bilang gaul abis. Wes kayak anak muda wae, gak ada style dokternya. He he he…. maklum biasane kan dokter iku rapi, pake hem, trus pake jubah putih kayak orang praktikum di lab :-D. Satu-satunya unsur yang meyakinkan beliau sebagai dokter adalah stestoskop yang menggantung di lehernya.
Setelah menjelaskan keluhan di atas, pak dokter pun mulai memberikan wejangan. “Kalo pas bedarah itu banyak gak mas?”.
Pertanyaan ini yang kemudian sedikit banyak membuat aku sadar. Terkadang kita sendiri yang terlalu fokus pada hal kecil yang kadang, malah bukan pokok masalah itu sendiri. Tapi karena kita terlalu terpaku padanya, kita jadi ndak melihat hal yang lain di sekitarnya. Dalam kasus ini, memang aku terlalu dibuat takut dengan darah yang selalu muncul ketika meludah sebangunnya dari tidur. Tidak banyak memang, tapi karena selalu tiap hari munculnya. Jadilah aku menjadi menduga-duga ada sesuatu dibaliknya. Kurang vitamin C itu salah satunya.
Nyatanya tidak begitu, kata pak syam. Kalaupun cuman kurang vitamin C, cukuplah kasih enervon C atau vitamin yang lain. “Kadarnya kan udah lumayan, dan mas coba lihat aja ngefek ndak.” begitu beliau mencoba meyakinkan aku, bahwa apa yang aku keluhkan itu ndak berkait dengan vitamin C. Trus apa donk? Nagh ini dia… usut punya usut, ternyata ada bisa jadi karena aku selalu menghisap-hisap *kayak orang sereten iku lho*. Kebiasaan ini kalo terlalu sering dilakukan, menurut beliau juga mampu membuat gusi mengeluarkan darah.
Hmmmm… tak puas sampe di situ. Aku coba konsultasikan keluhan kedua, yaitu soal panas dalam. Setelah melihat garis merah yang ada ditenggorokanku, kanan dan kiri. Akhirnya pak syam memberikan vonisnya. “Mas… kalau yang seperti ini itu, kemungkinannya ada 3. Satu kurang tidur, kedua kurang istirahat, ketika kurang makan.”
Lha kok masuk kriteria kabeh.
Dan aku pun akhirnya harus mengakui kalau kualitas tidurku masih kurang baik. Aku biasa tidur jam 10an malam, setelah menghabiskan waktu di kost dengan TV, Buku, atau seringnya dengan laptop. Gak tahu juga apakah faktor kasur busa yang menurutku kurang nyaman -lebih nyamanan pakai kapas ala kampung. Tapi yang jelas, aku acap kali lebih memilih tidur di sofa kamar tamu dibanding tidur di kamarku sendiri (LOL).
Soal istirahat… emang, aku akui, kadang masih suka memforsir diri. Kadang sampe begadang sampe malem. Diperparah lagi dengan NFSMW. Ha ha ha, semenjak lapi aku install windows 7. Jalannya lapi emang enting bianget, dipake maen NFSMW sajak (baca:seperti) punya memori berlebih. Padahal kemaren pas pake XP sering banget bermasalah. He he he…. beberapa hari terakhir ini, sepulang kerja, aku memang sering juga maen game satu ini.
Dah deh, kayaknya harus stay away dulu dari game. Dan memberikan porsi waktu untuk banyak rebahan di kamar. Fyuh…
Terakhir soal makan, aku emang males makan
Au juga kenapa. Lebih sering makan di siang hari, lunch. Kalau malam suka males keluar. Sarapan hampir tak pernah. Parah! Rutinnya 2x sehari, siang dan malam. Kata pak syam, harusnya aku lebih prioritasin sarapan dibanding makan malam. Karena sarapan untuk tenaga siang hari, makan siang untuk sore. Sedang malam itu malah justru ndak perlu kalo sudah terlalu dekat dengan waktu tidur. Aih, malah ndak baik buat pencernaan katane. Nagh no…. sepertinya kudu mulai membiasakan sarapan kieh
Begitulah. Sempet juga dikasih obat tidur. Dengan disclaimer `tidak untuk dimakan tiap hari`. Wew, katane biar aku cepet kantuk. Jadi bisa lebih tidur lebih awal
. Rasanya untuk yang ini gak dulu we. Pake jurus self timing wae ah. Sebenere bukan masalah ndak isa tidur nek aku ki, tp memang karena ndak diposisikan untuk tidur wae.
Dah, semua harus lebih awal dari sekarang. Lebih awal tidur, lebih awal makan, lebih awal juga pulang kantor biar bisa langsung istirahat di kantor. Manajemen waktune perlu di cek n dicek
* salah satu cara agar kita bisa sembuh, adalah dengan mengakui kalau kita sakit. Lha gimana mau sembuh kalo, mengakui penyakit di diri sendiri aja ndak mau (inspired by have a sip of margarita)
Popularity: 7% [?]




This post has one comment
March 10th, 2010
wah get well soon ya mas….
rizal punya tulisan baru berjudul : Realita 